2.08.2012

a rainbow painted in the sky to welcome you

Saya tidak pernah mengenal sebelumnya dan saya tidak punya kesempatan lain setelah ini. Dan mungkin juga seribuan mahasiswa lainnya yang malam ini mulai memasang layar hitam atau kata-kata penenang di berbagai media sosial. Peristiwa 4 hari lalu itu memang disebut kecelakaan, saya bingung memilih kata yang paling tepat setelah melihat tulisan salah satu teman saya:

Sang pecinta alam telah kembali bersatu dengan alam.

Mungkin karena kesukaannya yang tulus dan kondisi lingkungan, rasa kehilangan yang dirasakan beberapa orang jadi mampu menggerakkan sejuta orang lainnya.

Mengutip teman saya lain:
So long, Fanka, you brought us together!

2.07.2012

Pantang Pulang Sebelum Lancar

Sederhana.

Tepat ketika saya sampai di ujung gang kanayakan, terengah- engah karena mencoba tanjakan sambil mengayuh sepeda (untuk pertama kalinya), seorang kakek - kakek tua menghampiri dengan tertatih - tatih.

"Baru belajar, neng?"

"Hehe iya, pak" (ketawa - ketawa gugup)

Hening barang sejenak dua jenak sambil saling bertukar senyum.

Lalu saya mencoba memecah keheningan yang agak kaku - kaku gimana gitu dengan berujar sok asik, "Mohon doanya ya Pak biar cepet lancar."

"Oooh pasti, neng. Latihan terus ya yang semangat."

Si doi tersenyum memamerkan sederetan gigi yang nyaris tidak terlihat lagi kemudian mengulurkan tangannya hendak menyalami saya.

Yaampun!

Mungkin akibat beberapa ledekan dan nyanyian anak - anak piyik sebelumnya, tapi saya terharu sekali mendengar ucapan si Kakek tadi. Rasanya usaha saya supaya lancar naik sepeda benar - benar direstui Tuhan. Mungkin si Kakek tadi adalah malaikat yang diutus untuk menjauhkan saya dari mematahkan semangat sendiri. Bisa jadi.... hmmm

Progress hingga tadi pagi;
Saya gagal di dua tanjakan yang sama tapi sudah bisa lancar turunan tanpa membelok - belokkan stang sepeda bak orang gila. Tapi setiap kali masuk ke jalanan yang (nampak) ramai dengan kendaraan bermotor dan orang berlalu lalang saya masih nervous.


1.18.2012

Nila Setitik, Susu Sebelanga

Tepat ketika saya pikir tahun 2012 adalah tahun yang cukup memprihatinkan, sebuah kejutan yang menggelitik menerpa saya. Benar - benar menggelitik sehingga membikin saya meninjau kembali komentar tentang tahun yang memprihatinkan.

Lucu sekali bagaimana satu titik nila bisa merusak susu sebelanga. Dalam hal yang positif tentunya, mungkin nilanya berwarna - warni seperti pelangi. Sehingga, pun susunya tak seasli rasa susu orisinal namun dari segi estetik si susu semakin menarik.

Senangnya, senang karena hanya saya dan Darth Vader yang tahu betapa bahagia itu subjektif dan (kontroversial) mudahnya. Saya rasa tahun ini kehidupan saya akan semakin menarik dan menggembirakan. Ha Ha.

Salam metal
Agnindhira