Sederhana.
Tepat ketika saya sampai di ujung gang kanayakan, terengah- engah karena mencoba tanjakan sambil mengayuh sepeda (untuk pertama kalinya), seorang kakek - kakek tua menghampiri dengan tertatih - tatih.
"Baru belajar, neng?"
"Hehe iya, pak" (ketawa - ketawa gugup)
Hening barang sejenak dua jenak sambil saling bertukar senyum.
Lalu saya mencoba memecah keheningan yang agak kaku - kaku gimana gitu dengan berujar sok asik, "Mohon doanya ya Pak biar cepet lancar."
"Oooh pasti, neng. Latihan terus ya yang semangat."
Si doi tersenyum memamerkan sederetan gigi yang nyaris tidak terlihat lagi kemudian mengulurkan tangannya hendak menyalami saya.
Yaampun!
Mungkin akibat beberapa ledekan dan nyanyian anak - anak piyik sebelumnya, tapi saya terharu sekali mendengar ucapan si Kakek tadi. Rasanya usaha saya supaya lancar naik sepeda benar - benar direstui Tuhan. Mungkin si Kakek tadi adalah malaikat yang diutus untuk menjauhkan saya dari mematahkan semangat sendiri. Bisa jadi.... hmmm
Progress hingga tadi pagi;
Saya gagal di dua tanjakan yang sama tapi sudah bisa lancar turunan tanpa membelok - belokkan stang sepeda bak orang gila. Tapi setiap kali masuk ke jalanan yang (nampak) ramai dengan kendaraan bermotor dan orang berlalu lalang saya masih nervous.